Kamis, 19 November 2009

Saya Manusia Kamu juga

(no offense, sekedar renungan)
"si buruk adalah hal yang dimiliki orang lain padahal itu juga dimiliki oleh kita"
toh tidak ada bedanya kita sebagai sesama manusia. kalau dipikir perbedaan itu hanya terdapat pada sifat partikel mendasar pada ukuran terkecil di bagian tubuh kita atau bisa disebut gen. dari kecil itu pula menjadi sesuatu yang besar dan berbeda. tapi bagaimana kalau kita sebut itu sama?

dan memang jawabannya sama.
perbedaan ke-dua muncul dari luar dari faktor eksternal yang menjadi pembeda seorang manusia. partikel lain itu ada yang berupa molekul, unsur, bahkan telah terbentuk menjadi suatu zat.

dari segi partikel,
apa yang membedakan buruk dengan kita ?
kita dapat merasakan partikel dari BAU.

dari segi unsur,
apa yang membedakan buruk dengan kita ?
dapat kita lihat secara visual mereka KOTOR dan kita BERSIH.

dari segi zat,
apa yang membedakan buruk dengan kita ?
kita CUKUP dan mereka hampir TIDAK CUKUP.

dari segi lingkungan,
apa yang membedakan buruk dengan kita ?
TIDAK ADA, kita sama sama TERDIDIK.

dari segi sifat,
apa yang membedakan buruk dengan kita ?
TIDAK ADA, sama-sama mempunyai sifat BAIK dan BURUK.

dan akhirnya,
apa yang membedakan buruk dengan kita ?

mari kita simpulkan bahwa kita sama-sama manusia, lingkungan kita sama, sama-sama berada di bumi. hanya saja metode pendidikan yang menjadi pembeda kemampuan untuk berkomunikasi dan gaya hidup. marilah kita membuang sifat membebani diri sendiri ketidak nyamanan kita dengan si buruk. toh, kita sesama manusia. tidak ada yang berbeda. kelak akan sama di hari nanti, tidak ada gunanya kita menjijikan dan benci orang lain yang dasarnya sama pada kita. sekedar renungan hari ini...
hehehehhee...

Jumat, 13 November 2009

senyum hari ini

mungkin kurang lebih 3 bulan gue di menjadi mahasiswa dengan banyak hal yang telah gue lewati. tentu perubahan yang luar biasa itu pasti di alami kebanyakan orang seperti gue. senyum dan tidak ada marah hanya saja memikirkan kesulitan dan hal yang sebenarnya ga perlu dipikirkan. hehe
gue sekarang udah mulai cukup biasa dalam lingkungan dan jadwal, tinggal gimana mensikapinya dengan bijaksana. dengan berpedoman aspirasi, dan gue akan capai itu. :Da

hmm, gue bingung mau post apa, yang pasti. gue sangat bersyukur telah beruntung dan masih diberi nikmat sampai saat ini. yang pasti yang gue bakal lakukan adalah menjadi lebih baik dari sebelumnya dan mencapai apa yang belum gue capai. :D
salam mahasiswa!
senyum mahasiswa !

Sabtu, 03 Oktober 2009

Hari ini mau marah

"well, since internet becoming known in the community, internet world also have cases hot enough cases lately, like the defamation cases" kalau saja semua orang tidak terlalu paham dan interest terhadap teknologi, mungkin sudah saya maki maki. hahaaha!
masuk ke dalam duni perkuliahan benar membuat gue merasakan atmosfir yang benar-benar berbeda. dari lingkungan, cara belajar, budaya, dan kehidupan sosial. tingkatan universitas emang merupakan akhir dari jenjang pendidikan. wajar saja kalau mereka terdiri dari beragam aspek budaya terlebih ada yang berasal dari luar negeri.

ok sekarang kenapa gue mau marah?! gue sebel karena jadwal dan ragam kegiatan yang gue dapet di kampus khususnya fakultas gue SANGAT kacau man! segala perintah dan kegiatan diberi kabar secara tiba-tiba. komunikasi antara petinggi fakultas dan senior benar-benar kacau. gue harap memaklumi memang di kampus gue BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) baik tingkat universitas maupun fakultas sedang kacau. tapi kok gue sebaga MABA kena imbasnya? maksudnya, bukan gue ga mau ikut ambil andil tapi keadaan gue dan teman-teman gue sedang bingung dan kacau. waktu libur yang seharusnya tidak di kaitkan dengan tugas dan kegiatan malah di tiba-tiba kan dengan hal yang tidak terjadwal.

gue pernah dan telah mengemban pendidikan pada masa SMP maupun SMA. dan semua gue telah menjalani masa orientasi pada waktu itu. gue rasa orientasi SMA gue lebih berat dibanding. kenapa? SMA gue biarpun 10 hari gue mengalami LTBB oleh ABRI dari jam 7 sampai jam 5 sore selama 7 hari dan 3 hari kita homestay di daerah desa yang sengaja membuat kita merasakan bagaimana mandi tanpa atap, cebok modal se-ember, solat bareng-bareng, makan bareng, nyuci bareng, satu permen lolipop untuk satu angkatan, satu roti untuk satu angkatan, dan hal yang lo anggap menjijikan lainnya. semuanya TERJADWAL! biarpun senior tetap memberikan tugas dan gue sampe sekarang tetep sehat dan belom mati cuma gara-gara hal tersebut.

permasalahan yang gue dapet hanya perbedaan persepsi antara temen gue, senior, dan gue. hari ini gue di PAKSA oleh teman untuk dateng ke basecamp tanpa alasan jelas dan setiap gue menanyakan kenapa PASTI ga ada jawaban. kenapa gue ga bisa dateng? sorry aja friend. gue disini merantau, gue seharusnya balik sabtu-minggu ke rumah ayuk(saudara perempuan *bahasa sumatera) karena cuma dia keluarga gue disini setelah gue ga balik-balik gara-gara hal ini yang ujung-ujungnya ga jadi, dan gue udah janji ama ayuk gue(gue udah menjadwalkan kegiatan gue sendiri). dan juga gue juga mesti nungguin kiriman nyokap karena yang dikirim itu makanan. huf huf huf!!

DAN, harapan gue buat ini, semoga ada langkah perbaikan TANPA mementingkan EGO masing-masing, karena segala sesuatu itu ga perlu dipaksain cuy. kita mesti kompak juga ga perlu dipaksa. tapi diwujudkan dengan suatu proses yang GA PERLU DISEBUT agar kekompakan itu alami dan GA MAKSA !
HAHAHAHAHAHAHAHA !!!
dan apapun kegiatan yang WAJIB diikuti oleh maba akan gue ikutin. pasti gue ikutin. gue janji, janji gue sebagai mahasiswa yang baik dan tepat waktu. :))hehehe

Kamis, 27 Agustus 2009

perjalanan menjadi mahasiswa

postingan pertama di depok ! hahahahahahha...
gue jadikan postingan ini sesi curhat dan pengalaman ah,

sungguh ironis bagi gue sendiri, beberapa saat yang lalu gue adalah mahasiswa ITB jurusan FMIPA melalui jalur SNMPTN, tapi sekarang gue menjadi mahasiswa UI (Universitas Indonesia) jurusan metalurgi program internasional.

suatu keputusan yang berat dan sedih ketika almamater gajah dasar berwarna biru tergantung di 'hanger' belakang pintu kamar, dan KTM ITB menjadi penghias dompet yang seharusnya bisa juga sebagai ATM (Automatic Teller Machine) BNI. ketika berada diposisi itu banyak pertimbangan, keputusan, dan pendapat yang mengarah pada kebimbangan. 2 hari di ITB itu cukup untuk meyakinkan bahwa saya bakal mempunyai teman yang baik, kocak, dan kompak. juga program akademik ITB mempunyai nilai plus yang tinggi dalam 'pembentukan karakter'. disaat itu juga gue mengira di UI gue juga bakal menemukan temen yang kompak dengan cepat. pertimbangan ekonomi juga menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan, fee semester di ITB hanya 1,5 juta/semester dan ui international program cukup mengocek kantong 'bonyok' sebesar 20 juta/semester dengan BOP awal 25 juta. dan tahukah anda? mahasiswa 'overseas' menganggap biaya tersebut jauh lebih murah dengan biaya universitas di daerah mereka. kita maklumi dalam hal ekonomi mereka merupakan negara maju terlebih biaya hidup.

beberapa kali lipat dengan ITB kan? hahaha :)) !! tapi gue berpikir sebagai mahasiswa program internasional ui mempunyai program yang benar benar internasional dan berkualitas walaupun sebenernya segala sesuatu kembali ke mahasiswanya iu sendiri. salah satu alasan gue memilih UI bukan hanya dari mahasiswa ITB nya sendiri yang merekomendasikan, tapi juga program semester 5 yang memberangkatkan mahasiswa ke monash university (untuk teknik metalurgi dan teknik kimia ) agar bisa mendapatkan double degree. gue dalam hal ini bukan dan sama sekali tidak men-'judge' suatu jurusan maupun universitas, karena gue yakin prospek 2 jurusan yang telah saya terima memiliki prospek yang bagus juga merupakan universitas terbaik di indonesia.

semoga jalan yang telah gue ambil ini merupakan keputusan yang tepat bagi masa depan gue, kita, terlebih sebagai pengabdian kepada negara.